CDC - DKI Jaya, Bandung, Semarang, Bali, Lampung, Belitung, Medan, Wakatobi
CORONA DIVING CLUB

 

Pada pertengahan tahun 1970-an merupakan awal dari perkembangan olah raga selam di Indonesia. Kegiatan yang "baru" ini mulai menarik minat pemuda-pemudi Indonesia untuk menggelutinya. Pada tanggal 5 April 1977, Corona Diving Club terbentuk dan resmi didirikan oleh Razul Chalbi dan kawan-kawan. CDC menjadi Klub Selam ke-4 yang ada di Jakarta. Instruktur selamnya dalah Ir. Peter Wessel dan Bapak Nursinggih. Ir. Peter Wessel adalah seorang Indo Belanda yang mendapatkan sarjana geologi dari ITB. Sertifikat Instrukturnya didapatkan dari Klub selam Belanda (NOB), sedangkan Bapak Nursinggih berasal dari KOPASKA (Pasukan Katak TNI).

 

Tujuan dari pembentukan CDC adalah untuk menyebarluaskan, mengembangkan dan meningkatkan prestasi olah raga selam di Indonesia, dengan motto :

1. PERSAHABATAN

2. PERSAUDARAAN

3. PRESTASI

 

Tahun 1978, Razul Chalbi akhirnya menjadi Instruktur Selam Pertama yang berasal dari CDC. Pada tahun yang sama, Razul Chalbi mengikuti Penataran Instruktur Selam yang pertama dengan tim penatar Ir. Peter Wessel, Drop Bar dan Boy Arismunandar. Kemudian atas inisiatif dari Ketua POSI (Persatuan Olah Raga Selam Indonesia - bukan POSSI seperti sekarang), Bapak Laksamana Laut Urip Santoso bersama RAzul Chalbi dibentuklah Pengurus Daerah (Pengda) DKI Jaya untuk olah raga selam.

 

Saat ini, Corona Diving Club telah memiliki lebih dari 1.000 anggota yang tersebar di berbagai daerah. Corona Diving Club juga telah mempunyai banyak cabang resmi yaitu DKI Jaya, Bandung, Semarang, Bali, Lampung, Belitung, Medan dan Kendari.